Tampilkan postingan dengan label copas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label copas. Tampilkan semua postingan

9/30/2012

feel alone?!



Kesepian makanan apaan sih? Itu bukan makanan, tapi minuman! Hadeh! Kesepian itu kondisi hati. Ketika kamu ngerasa kalau dunia ini menjadi sangat tidak nyaman. Kamu ngerasa bahwa orang orang di sekitar kamu tidak mampu memberi kenyamanan baik pada hati ataupun pikiran. Saat ngobrol tidak nyaman, saat becanda tidak nyambung, saat berdiskusi tidak menarik, dan saat dibutuhkan tak ada satu pun yang bisa menyembuhkan.

Kondisi saat diri merasa tidak dibutuhkan. Tidak ada orang yang memedulikan hadirnya kita. Tidak ada pula orang yang memberi perhatian pada diri kita. Akhirnya kita merasa terbuang, tersisih, dan tidak dipergunakan lagi. Wow, apakah separah itu?

9/10/2012

selamat pagi



Kita semua suka menatap bulan dan bintang, bukan? Menyadari, hei, apa yang akan kita lihat di langit malam kalau tidak ada dua benda ini?

Kita semua juga suka menatap hujan, bukan? Menghela nafas, bertanya dalam hati, berapakah jumlah tetes air yang turun? Kalau jumlah tetes hujan yang sepele ini saja kita tidak tahu, kenapa manusia selalu saja merasa congkak?!

9/08/2012

sandiwara patah hati



Melepas bayangmu dari ingatanku
Menyisakan rongga yang dalam di dada
Kisah indah yang kau ukir di hati
Masih terasa sakit ketika guratannya tersentuh benakku

Hempasan kata-katamu
Menenggelamkanku ke dasar samudera lara
Impian yang ku susun bersama cintaku
Kau hancurkan sekejap menjadi serpihan kristal terserak

9/07/2012

Hidup dalam ilusi



Kita hidup dalam ilusi, kawan. Kita merasa berkuasa dengan pangkat dan jabatan tertentu, padahal tidak. Kita merasa punya anak buah yang bisa disuruh melakukan apapun, yang kita PD sekali yakin, disuruh makan baut pun mereka mau. Kita bisa memerintah, berteriak marah, memecat, merendahkan, kita merasa sekali. Padahal tidak. Demi Allah, semua kekuasaan yang kita miliki hanya titipan.

9/02/2012

Pantaskah kita mengeluh?!



Pantaskah kita mengeluh?!

Ketika kita mengeluh  “Ah mana mungkin...” Allah menjawab “Jika Aku menghendaki, cukup Ku berkata “Jadi”, maka jadilah (QS. Yasin 82)

Ketika kita mengeluh “Capek banget gue....” Allah menjawab “...dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat” (QS.An-Naba 9)

Ketika kita mengeluh “Berat banget yah, gak sanggup rasanya...” Allah menjawab “Aku tidak membebani seseorang, melainkan sesuai kesanggupan” (QS. Al-Baqarah  286)

Ketika kita mengeluh “Stressss nih..panik...” Allah menjawab “Hanya dengan mengingatKu hati akan menjadi tenang” (QS.Ar-Ro’d 28)

Ketika kita mengeluh “Yaaaahh...ini mah semua bakal sia-sia..” Allah menjawab “Siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji dzarah sekalipun,niscaya ia akan melihat balasannya” (QS. Al-Zalzalah 7)

Ketika kita mengeluh  “Gile aje..gue sendirian, gak ada seorangpun yang mau bantuin...” Allah menjawab “Berdoalah (mintalah) kepadaKu,niscaya Aku kabulkan untukmu” (QS. Al-Mukmin :60)

Ketika kita mengeluh “ Duh..sedih banget deh gue...” Allah menjawab  “Laa tahzan, innallaha ma’ana. Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita” (QS. At-Taubah 40)

Kita semua yang mulai galau atas perhatian Allah yang serasa jauh dari kita padahal sebaliknya Allah dekat selalu
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat” (QS. Al-Baqarah 186).

3/09/2012

kepingan Indonesia



Indonesia adalah suatu puzzle yang tak pernah selesai. Selalu kau temukan kepingan baru yang tak pernah kau lihat sebelumnya. Asing, baru. Namun kepingan itu berhak untuk berada di sana, menjadi bagian dari gambaran besar yang coba kau satukan sejak lama, yang berusaha kau resapi, kau renungi, kau definisikan untuk kau pahami maknanya. Berkali-kali kau merasa frustrasi, putus asa, dan kau hancurkan lagi susunannya. Tapi pada akhirnya selalu kau temukan lagi semangat untuk menyusunnya kembali, agar menjadi satu gambaran yang utuh. Begitu terus, berulang kali.

Tak pernah selesai.  

2/19/2012

let the time be the cure



Jika kita sedang gundah, resah, banyak pikiran, sesak tidak bisa tidur karena perasaan cinta, berharap besok bertemu, tidak bertemu, berharap besok laginya, maka waktu adalah obat terbaiknya.
 Jika kita tidak bisa melupakan seseorang, melupakan wajahnya, maka waktu adalah obat terbaiknya.
Termasuk jika tidak bisa melupakan kezaliman orang lain, rasa sakit yang diberikan, rasa marah, benci, dan sebagainya.
 Jika kita berputus asa, terasa semua menjadi kendala, benteng-benteng tinggi menghalangi, lorong panjang tanpa cahaya, lelah menunggu bantuan, menanti setitik cahaya terang, maka waktu adalah obat terbaiknya.
 Jika kita begitu bersemangat, penuh mimpi dan cita-cita, tapi semua tidak bisa terjadi dalam waktu semalam, maka waktu adalah obat terbaiknya.
 Biarkanlah obat itu bekerja sesuai dosisnya. sesuai resepnya.
 Maka lihat betapa menakjubkan obat ini bekerja.
 Cobalah. hela nafas lega. temani dgn berharap dan berdoa

~copied from Darwis Tere Liye~

11/15/2011

Executive Coaching

 
Bila kita bertanya pada individu yang terlihat begitu happy, produktif dan berprestasi dalam pekerjaannya, sering kita mendengar bahwa bagi mereka kuncinya adalah "passion" pada pekerjaannya itu. Namun bagi sebagian orang, pekerjaan yang dilakukan dengan 'misi' dan 'hati' pun, adakalanya bisa juga membosankan, apalagi bila kita berada di organisasi yang relatif besar,dengan banyaknya anak tangga karir dan rutinitas kerja. Prinsip 'worklife balance' ternyata tidak selalu merupakan jalan keluar. Ada orang yang kemudian mencoba untuk menjauhi pekerjaan itu, namun semakin dijauhi malah makin dihantui rasa bersalah dan tidak menemukan solusinya. Ada orang yang berusaha mencari kambing hitam terhadap sumber kebosanannya, bahkan yang lebih berat, mulai merasa sakit-sakitan karena menahan rasa bosan yang begitu kuat. Rasanya tidak mungkin ada orang yang beranggapan bahwa posisi seperti ini adalah "comfort zone", karena rasa bosan ini pastilah tidak nyaman. Namun, individu yang tidak berusaha mengubah situasinya, mungkin memang tidak tahu caranya.

8/04/2011

Nikah? Ghundulmu itu!



Alkisah, seorang pemuda dihinggapi gelisah di saat kuliah. Godaan yang mengancam agama dan kehormatannya terasa kian keras mendera. Puasa dan beraktifitas positif telah dilakukannya. Tetapi kadang justru itu! Aktifitas dakwah justru mempertemukannya dengan si jilbab biru yang selalu menunduk malu, si jilbab hitam yang elegan dan anggun, juga si jilbab coklat yang manis, lugu dan lucu. Hatinya kian gerah. Maka kepada ayahanda dan ibunda dikuatkannya hati untuk berkata, "Pak..Bu..Boleh nggak saya nikah sekarang…?"

Tentu saja ada empat mata yang terbelalak di ruang keluarga selepas isya’ hari itu.
"Heh..ngomong apa kamu? Nikah! Nikah! Gundhulmu itu!"

1/28/2011

Nasehat untuk remaja muslim



Kami persembahkan nasehat ini untuk saudara-saudara kami terkhusus para pemuda dan remaja muslim. Mudah-mudahan nasehat ini dapat membuka mata hati mereka sehingga mereka lebih tahu tentang siapa dirinya sebenarnya, apa kewajiban yang harus mereka tunaikan sebagai seorang muslim, agar mereka merasa bahwa masa muda ini tidak sepantasnya untuk diisi dengan perkara yang bisa melalaikan mereka dari mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai penciptanya, agar mereka tidak terus-menerus bergelimang ke dalam kehidupan dunia yang fana dan lupa akan negeri akhirat yang kekal abadi.

Wahai para pemuda muslim, tidakkah kalian menginginkan kehidupan yang bahagia selamanya? Tidakkah kalian menginginkan jannah (surga) Allah Subhanahu wa Ta’ala yang luasnya seluas langit dan bumi?

Ketahuilah, jannah Allah Subhanahu wa Ta’ala itu diraih dengan usaha yang sungguh-sungguh dalam beramal. Jannah itu disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa yang mereka tahu bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara, mereka merasa bahwa gemerlapnya kehidupan dunia ini akan menipu umat manusia dan menyeret mereka kepada kehidupan yang sengsara di negeri akhirat selamanya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Ali ‘Imran: 185)

Untuk Apa Kita Hidup di Dunia?

Wahai para pemuda, ketahuilah, sungguh Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menciptakan kita bukan tanpa adanya tujuan. Bukan pula memberikan kita kesempatan untuk bersenang-senang saja, tetapi untuk meraih sebuah tujuan mulia. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (Adz Dzariyat: 56)

Beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Itulah tugas utama yang harus dijalankan oleh setiap hamba Allah.

1/23/2011

Seperti itukah...

semakin lama, semakin banyak tubuh ini mendapat beban, akankah dia masih sanggup berdiri?



Selama ini aku merasa sepertinya aku hanya menjadi orang yang berjalan di tempat tanpa melakukan apapun. Aku hanya bisa menerima tanpa menyelesaikan permasalahanku sendiri. Aku hanya bisa memandang tanpa bisa aku meraih apa yang seharusnya memang pantas untuk ku dapatkan. Aku.. dengan semua keluhanku.

1/14/2011

Javanese film titles

Iseng-iseng blogwalking, eh malah nemu ini. Kocak juga gan, orang Jawa itu memang kereaktif ya? Heuumm….
*untuk yang tidak mengerti bahasa Jawa, silakan gunakan mode bahasa Indonesia saja.

Enemy at the Gates — Musuhe Wis Tekan Gapuro
Die Hard — Matine Angel
Die Hard II — Matine Angel Tenan
Die Hard III With A Vengeance — Kowe Kok Ra Mati-Mati To?
Bad Boys — Bocah-Bocah Elek
Lost in Space — Ilang Neng Awang-Awang
X-Men — Wong Lanang Saru
X-Men 2 — Wong lanang Saru Banget
Cheaper by The Dozen — Tuku Selusin Luwih Murah
Paycheck — Kasbon
Independence Day — Pitulasan
The Day After Tomorrow — Sesuke

1/07/2011

Menatapmu, aku menangis

menatapmu, aku menangis
darah kian bergolak memanaskan sel-sel otak
yang dipenuhi berjuta tanya tak terjawab
betapa, karena aku melihat
anak-anak kecil terkapar kekurangan gizi
sementara kita asyik dengan acara televisi
dan di jalanan sana
anak-anak muda merana mencari kerja
sementara kita sibuk dengan perebutan singgasana


menatapmu, aku menangis
marah kian memuncak menutupi kesadaran
yang dipenuhi karat akibat pengabaian
betapa, karena aku melihat
berjuta penganggur kaku terbujur
sementara kita nyenyak di atas kasur
dan di emperan sana
beratus pedagang kecil lari terusir
sementara kita shoping sambil plesir
 
"Jika salah seorang diantara kalian berkelahi maka hindarilah  memukul wajah" (Riwayat Muslim)

menatapmu, aku menangis
melihat ketimpangan yang kian semarak 

“Sesungguhnya tidaklah  kelemahlembutan ada pada sesuatu melainkan ia akan menghiasinya, dan tidaklah  kelemahlembutan tercabut dari sesuatu kecuali akan menodainya” 
(Riwayat Muslim)

12/01/2010

Here we are

yeah, because we're born to be a leader

*dari spam di komen blog kita selamanya

Sadarkah kawan,
kita dipertemukan bersama
dalam jalinan benang tipis gliadin dan glutenin
dalam misi kecil membodohi mikroba
dalam ledakan kecil di otak
ketika menggores kertas putih itu dengan rumus-rumus ptp.

Sadarkah kawan,
aku mengenal kamu, sahabat terbaikku
dalam iringan gemercik minyak
yang memaksa air keluar dari ubi jalar dalam deep fat fryer
aku mengenal kamu, sahabat seperjuanganku
dalam dentingan tabung durham
dan asam yang terbentuk sesudahnya.

Kau benar..
aku juga berharap waktu tak berlalu begitu cepat
Begitu cepatnya sampai akhirnya aku sadar..
Kita sudah semester 5 (heiks...gak mau jadi tuaa T.T)
Apa yang sudah kamu dapat?
Dan apa yang sudah aku dapat?

Yap! I Agree with you bro,
its our time to make a history

To ITP 45

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...