Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan

10/04/2012

The right of happiness




Siapa yang bertanggungjawab atas kebahagiaan kita? Sering jari jemari kita justru menunjuk pada orang orang yang kita anggap paling bertanggungjawab terhadap kebahagiaan kita. Ayah, ibu, suami, istri atau bahkan guru di sekolah dulu, biasanya menjadi kambing hitam atas tuduhan ini.

9/30/2012

feel alone?!



Kesepian makanan apaan sih? Itu bukan makanan, tapi minuman! Hadeh! Kesepian itu kondisi hati. Ketika kamu ngerasa kalau dunia ini menjadi sangat tidak nyaman. Kamu ngerasa bahwa orang orang di sekitar kamu tidak mampu memberi kenyamanan baik pada hati ataupun pikiran. Saat ngobrol tidak nyaman, saat becanda tidak nyambung, saat berdiskusi tidak menarik, dan saat dibutuhkan tak ada satu pun yang bisa menyembuhkan.

Kondisi saat diri merasa tidak dibutuhkan. Tidak ada orang yang memedulikan hadirnya kita. Tidak ada pula orang yang memberi perhatian pada diri kita. Akhirnya kita merasa terbuang, tersisih, dan tidak dipergunakan lagi. Wow, apakah separah itu?

9/10/2012

selamat pagi



Kita semua suka menatap bulan dan bintang, bukan? Menyadari, hei, apa yang akan kita lihat di langit malam kalau tidak ada dua benda ini?

Kita semua juga suka menatap hujan, bukan? Menghela nafas, bertanya dalam hati, berapakah jumlah tetes air yang turun? Kalau jumlah tetes hujan yang sepele ini saja kita tidak tahu, kenapa manusia selalu saja merasa congkak?!

9/07/2012

Hidup dalam ilusi



Kita hidup dalam ilusi, kawan. Kita merasa berkuasa dengan pangkat dan jabatan tertentu, padahal tidak. Kita merasa punya anak buah yang bisa disuruh melakukan apapun, yang kita PD sekali yakin, disuruh makan baut pun mereka mau. Kita bisa memerintah, berteriak marah, memecat, merendahkan, kita merasa sekali. Padahal tidak. Demi Allah, semua kekuasaan yang kita miliki hanya titipan.

9/02/2012

paradoks!



Betapa besarnya nilai uang Rp.100.000 apabila dibawa ke masjid untuk diinfaqkan, tetapi betapa kecilnya jikalau dibawa ke mall untuk dibelanjakan.
Betapa mudahnya kita mempercayai apa yang tertulis di dalam surat kabar, tetapi betapa kita meragukan apa yang tertulis di setiap surat dalam Al-Qur’an.
Betapa sulitnya mempelajari arti satu ayat yang terkandung dalam Al-Qur’an, tetapi betapa mudahnya mengulang-ulang gosip yang sama kepada orang lain.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...