Tampilkan postingan dengan label sahabat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sahabat. Tampilkan semua postingan

1/14/2013

Mountaineering team leader



Menjadi seseorang yang sudah beberapa kali mendaki gunung kerap kali dijadikan alasan oleh teman-teman dalam menunjuk diriku sebagai team leader pada kegiatan pendakian gunung. Padahal, jika dilihat dari ilmu mendaki gunung, saya masih termasuk di dalam golongan orang-orang baru, karena sejatinya saya tidak pernah ikut dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan teknik mendaki ala pecinta alam yang sesungguhnya, dari awal memang saya tidak tergabung dalam kelompok pecinta alam organisasi tertentu jadi wajar jika pengetahuan yang saya miliki tidak selengkap mereka. Namun, apa yang saya miliki berdasarkan pengalaman yang saya dapat, apa yang saya lihat, apa yang saya dengar, dan apa yang saya rasa ketika melakukan pendakian menuju sebuah tempat yang sering saya sebut sebagai Negeri di Atas Awan.

1/03/2013

Di atas awan kita kan menang



Cinta satukan hati
Kuatkan jiwa menghadapi dunia
Segala cinta dan muka
Kuatkan semua persahabatan

Kita penantang impian
Di atas awan kita kan menang
Kita penakluk dunia
Di atas awan kita kan menang

12/13/2012

Aku, mendaki, dan sebuah puncak




Bagiku mendaki gunung bukan sekedar adventure, menguji nyali atau berbaur dengan alam. Namun semacam perjalanan spiritual. Ada banyak cara untuk mengenal diri. Dan bagiku salah satunya adalah dengan mendaki.

Bagi sebagian orang, kegiatan mendaki gunung merupakan salah satu kegiatan ekstrim yang ‘mungkin’ tidak akan bisa dilakukan oleh orang biasa, mengingat waktu yang diperlukan untuk sekali melakukan perjalanan tidak sebentar, kemudian mereka mengonversi waktu tersebut menjadi satuan energi yang akan terbuang demi menggapai tanah tertinggi di gunung tersebut.

6/05/2012

sahabat bumi



Apakah kita pernah tersadar dimanakah kita sekarang ini? Kita sebagai manusia hidup di bumi mulai dari lahir, kecil, beranjak dewasa, sampai kita meninggal. Kita sangat berhutang budi pada bumi, planet tempat tinggal kita yang tercinta ini.

Tetapi, berapa banyak kita telah mengotori bumi, merusak bumi, dan membuat bumi ini menjadi tidak indah lagi? Kadang - kadang kita tidak sadar bahwa perbuatan kita sangat merusak bumi dan terkesan tidak berterima kasih pada bumi yang telah berjasa banyak pada bumi.

5/14/2012

Menghargai hidup



Ada salah satu ungkapan, bahwa mereka yang gemar berpetualang di alam bebas adalah orang-orang yang mencintai kematian. Benarkah demikian? Sebenarnya, idiom tersebut salah, karena berpetualang itulah cara untuk menghargai hidup. Ada satu keinginan untuk memberi arti dan nilai dalam hidup. Dan rasanya benar jika seorang filosof mengatakan “di tengah hutan dan di alam bebas, aku merasa menjadi manusia kembali”.

4/24/2012

Perpisahan



Salah satu kata yang paling tidak aku sukai adalah ‘perpisahan’. Memang sangat mudah untuk dituliskan, terasa ringan untuk dilafadzkan, namun begitu berat untuk dihadapi dan selalu terasa sangat mendalam. Mengapa selalu ada perpisahan setelah pertemuan? Kalau begitu lebih baik tidak perlu ada pertemuan agar tidak ada kata berpisah yang kadang terasa sesak di dada. Namun mungkin bila tidak ada perpisahan, tidak akan ada pula kata pertemuan. Kedua kata tersebut tidak dapat dipisahkan, seperti sebuah pasangan yang bekerja secara antagonis.

4/15/2012

Berteman dengan hati



Pengikat hati itu adalah komitmen. Berawal dari sebuah keyakinan yang mantap, untuk kemudian berubah menjadi tindakan sadar yang bertanggung jawab. Salah satunya adalah bersiap menghadapi tantangan yang menghadang, menaklukkan semua ujian yang datang, menyadari resiko yang ada, serta keadaan-keadaan yang tidak menyenangkan lainnya.

Maka, saat pilihan untuk menikah itu datang, kita mestinya sadar, bahwa yang terbentang di depan sana sangat terjal dan berliku. Bukankan kita tidak sedang bermimpi, namun hidup di alam nyata?

Tidak ada –kecuali Allah menghendaki- hal yang kita temui dalam hidup, seluruhnya mulus tanpa hambatan. Indah seperti impian, manis laksana khayalan. Namun yang ada adalah hal-hal tak terduga berbeda dengan rencana. Juga fakta-fakta mengejutkan yang seringkali, nyaris membuat kita frustasi dan putus asa. Mimpi sedih menjadi nyata.

4/10/2012

Merapi; Garuda tak bersayap



Sang Garuda yang sudah tak sanggup untuk terbang lagi.

Ingatan tentang Merapi identik dengan gunung aktif yang siap meletus kapan saja. Cerita tentang kehilangan keluarga, anak, istri, rumah, ternak dan lain sebagainya berkaitan dengan letusannya. Namun, di sisi lain Merapi adalah sumber mata pencaharian, tidak hanya bagi warga di desa-desa tak jauh dari kepundan Merapi, namun juga bagi warga lain yang terkena dampak abu vulkanik gunung Merapi. Merapi juga merupakan cerita tentang kesuburan, keindahan, padang rumput, pasir, dan batu. Diantara kekhawatiran memang selalu ada hikmah dan manfaat, tergantung dari sisi mana kita mengangkatnya. Itulah Merapi seperti halnya di kehidupan lain.

9/29/2011

.refleksi diri.


Sudah kumulai sebuah lembar baru,
jauh dari keluarga yang pernah dan akan selalu menerimaku.
Kuyakini pasti, ini jalan mimpi yang selama ini kupilih untuk tapaki.

Buku kosong dari kehidupan yang berbeda mulai terisi,
nama-nama yang selama ini tak pernah terbersit satu per satu menghias setiap cerita.
Ada tawa, ada haru, ada sapaan di setiap senyuman.
Seluruh canda, seluruh kata, seluruh riuh yang menghangatkan hati.
Aku mencintainya satu per satu.

8/09/2011

.indahnya silaturahim.



Di tengah jam kuliah, hape tiba-tiba bergetar, pertanda ada sms masuk. “Mas, kapan ke Solo?”, dengan cepat saya balas “insyaa Allah pas liburan ini saya sempati main ke Solo”.
Disela-sela praktikum hape kembali bergetar, sejenak menilik pesan apa yang dikirimkan “Bismillah, bang kapan liburan? Jiwa petualang ana udah bergejolak nih”. Saya balas dengan singkat, “insyaa Allah setelah praktikum terpadu selesai bang”.
Lagi-lagi, sebelum tidur hape jadul ini kembali bergetar, terdapat satu pesan yang berbunyi “Kang, liburan ke Solo apa Jogja?”. Dan saya pun membalas, “insyaa Allah ke Jogja, kalo sempat ke Solo juga”.

Persaudaraan kadang seperti tingkah dahan-dahan yang ditiup angin. Walau satu pohon, tak selamanya gerak dahan seiring sejalan. Adakalanya seirama, tapi tak jarang berbenturan. Tergantung mana yang lebih kuat: keserasian batang dahan atau tiupan angin yang tak beraturan. Persaudaraan adalah sebuah anugerah Allah Ta’ala yang teramat mahal buat mereka yang terikat dalam keimanan. Segala kebaikan pun terlahir bersama persaudaraan. Menghormati yang lebih tua, menyayangi yang lebih muda, saling tolong-menolong sesama manusia merupakan wujud dari bentuk persaudaraan. Namun adakalanya dalam hubungan antara sesama manusia yang telah terikat dalam tali persaudaraan tersebut acapkali terjadi kesalah pahaman, khilaf yang seringkali timbul rasa kebencian terhadap sesama saudara pun tidak bisa lagi terhindarkan

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...