
Salah satu kata yang
paling tidak aku sukai adalah ‘perpisahan’. Memang sangat mudah untuk
dituliskan, terasa ringan untuk dilafadzkan, namun begitu berat untuk dihadapi
dan selalu terasa sangat mendalam. Mengapa selalu ada perpisahan setelah
pertemuan? Kalau begitu lebih baik tidak perlu ada pertemuan agar tidak ada
kata berpisah yang kadang terasa sesak di dada. Namun mungkin bila tidak ada
perpisahan, tidak akan ada pula kata pertemuan. Kedua kata tersebut tidak dapat
dipisahkan, seperti sebuah pasangan yang bekerja secara antagonis.


