3/25/2012

Escape to Kawah Ratu


Escape trip kali ini adalah Kawah Ratu. Tempat ini diminati karena keindahan alamnya. Tapi banyak pengunjung datang ke salah satu obyek wisata alam Gunung Salak ini lantaran ‘petualangan’ yang ditawarkannya. Matahari masih bersinar ketika kami tiba di lokasi, setelah mendirikan tiga buah tenda kami memutuskan untuk menjelajah ke air terjun yang berada di dekat camping ground sambil menunggu teman yang akan menyusul dari Bogor. Tracking ke lokasi air terjun tidak memerlukan waktu yang lama, hanya 45 menit berjalan dari lokasi camping ground. Walaupun tidak begitu besar, namun cukup menarik karena terdapat sebuah ‘kolam’ yang dapat digunakan untuk berenang. Ditambah dengan air yang bersih dan dingin, semakin membuat daya tarik air terjun ini menjadi terkesan ‘eksotis’.




Matahari semakin condong ke arah barat, bersiap untuk menghangatkan bumi bagian lain. Cahaya senja mulai menyelimuti kawasan kawah Ratu ketika kami kembali ke camping ground, semburat jingga yang cantik walaupun kabut turun perlahan dari puncak gunung sedikit menghalangi pandangan tanpa mengurangi keindahan senja sore itu. Tanpa terasa hawa dingin telah merasuk ke tulang sumsum. Namun hal itu tidak membuat kami bergeming, kami tetap melanjutkan aktivitas di depan tenda. Mengobrol, bercanda, bercerita apa saja di depan api unggun sembari memasak ubi di dalam bara api sambil sesekali menyeruput kopi untuk menghangatkan badan. Malam yang cerah, langit menampakkan keindahannya malam itu. Perpaduan yang apik. Suara jangkrik pun bersahut-sahutan dari dalam hutan, membuat suatu orkestra musik alam yang indah. Tidur beralaskan matras sambil menatap bintang yang bersinar di langit, tidak ada yang lebih indah daripada itu. Menyenangkan.



Pagi. Bertemankan dinginnya kabut, setelah lepas melaksanakan sholat subuh. Kami pun menyiapkan sarapan. Semua perbekalan yang sudah dipersiapkan sebelumnya, dikeluarkan. Ada sarden, rendang kaleng, mi instan, roti, teh, kopi, apa pun yang dapat menjadi pengganjal perut untuk melakukan kegiatan utama, trekking ke kawah Ratu. Tepat jam 8 setelah perut mulai penuh terisi, setelah semua perlengkapan dimasukkan ke dalam ransel. Perjalanan pun dimulai. Perlu sekitar 3 jam untuk mencapai kawah Ratu dari pos Cidahu-Sukabumi. Dengan jalur yang masih dominan dipenuhi dengan semak, vegetasi yang tidak terlalu tinggi membuat terik matahari sangat terasa menusuk kulit.


Jalur pendakiannya tidak terlalu sulit, hanya saja perpaduan antara batu berlumut dan lumpur terkadang membuat kita terpeleset jika tidak berhati-hati melangkah. Di beberapa jalur juga terdapat tumbuhan berduri yang dapat membuat kulit kita terluka. Ada sekitar 50 patok hijau dalam jalur pendakian ke kawah Ratu, tiap patok berjarak 1 HM (hektometer) atau 0,1 km. Jadi total perjalanan dari awal pintu masuk hingga kawah ratu sekitar 5 km. Namun, karena saya adalah orang yang menyukai petualangan alam, jalur Cidahu adalah yang terbaik. Pasalnya, sambil naik-turun lembah, kita dapat menikmati indahnya alam pegunungan di kawasan ini. Beberapa lintasannya bahkan akan memaksa kita untuk menaiki akar-akar yang menjurai di jalan setapak yang lebarnya hanya semeter ini. Namun, dengan beratnya trek yang dilalui, ternyata tempat ini sangat memberikan keindahan suasana hutan Gunung Salak yang begitu indah. Di jalur ini akan banyak menemui aliran-aliran sungai yang terkadang airnya menggenangi trek yang Anda lalui. Kicau burung, denyit serangga, dan suara monyet hutan, masih kerap terdengar, bila Anda memilih jalur Cidahu ini.


Matahari hampir tepat di atas kepala ketika kami tiba di pinggir kawah Ratu, aroma belerang serta kepulan asap telah tercium dari kejauhan. Langkah kaki pun dipercepat karena rasa penasaran yang begitu tinggi. Semakin dekat dengan kawah, semakin kuat pula aroma belerang yang tercium. Kawah Ratu memang memiliki daya tarik yang unik bagi setiap pengunjungnya. Daya tarik utamanya, antara lain adalah aktivitas geologinya. Sepanjang hari kepundannya selalu mendidih dan mengeluarkan gas asam sulfida (H2S) dengan baunya yang menyengat. Dan kadangkala, kawah ini mengeluarkan suara gemuruh akibat semburan uap air panas yang membentuk kabut. Karena memang status kawah ini masih aktif normal.



Setelah dirasa cukup menikmati keindahan kawah Ratu, saya dan rombongon kembali ke basecamp untuk bersih-bersih setelah itu dilanjutkan dengan perjalanan pulang ke Bogor.

“Mengikuti hembusan angin, melewati luasnya samudera, menapaki tingginya pegunungan, akan ada banyak kehidupan dibalik angin, diujung samudera, dipuncak gunung, yang tak boleh kita lewatkan, sehingga kita akan tahu ada dunia lain yang menarik dibaliknya”.

1 komentar:

  1. waaa, beautiful journey...
    berwisata jasmani sambil tafakur alam..

    BalasHapus

Welcome to my "freak" blog site.
You don't have to send the greatest note in the world or come up with clever phrases.
Just let them know you appreciate it.
When have you ever wished someone hadn't thanked you?
Any comments are very meaningfull for a better the writing writer's.
^_^
arigatou gozaimashu.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...