1/04/2011

"Bung, laptopku kok lemot?"



“kok laptopku sekarang lemot ya chal?”
“kok ada tulisan error tiap kali login ke windows ya chal?”
“kok jadi gini?”
“kok jadi gitu?”

Dan beragam pertanyaan lain yang sering ditanyakan ke saya. Banyak teman saya yang menyangka ketika sistem laptopnya sudah mulai lambat kinerjanya maka dia langsung menyimpulkan bahwa laptopnya terkena virus. How poor you are. *diliat dulu guys, jangan asal jump into conclusion. Ya memang rata-rata yang saya liat dari laptop teman saya sudah terinfeksi virus, dapat dilihat dari banyaknya shortcut aneh yang muncul di drive-nya, ada tulisan missing error *biasanya yang hilang cmd-nya, dll. Anehnya, teman saya itu pada lebay  kalo udah berhadapan dengan yang namanya “virus”, biasa aja kali. 

1/01/2011

Hargo Dumilah ; 3265 mdpl, an impressive adventure ever


Gunung Lawu, salah satu tujuan liburan saya di penghujung tahun ini. Berawal dari ceplosan omongan bersama teman untuk merencanakan muncak ke Gunung Lawu pada malam tahun baru. Bersama tiga orang yang lain, kami berempat “nekat” mendaki Gunung Lawu dengan peralatan seadanya. Berbekal senter dan jaket, pendakian pun dimulai setelah melaksanakan shalat isya’.

Ada dua pintu utama pendakian yang disarankan yaitu Cemoro Kandang dan Cemoro Sewu. Keduanya hanya terpaut 200 meter dan dipisahkan oleh perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Memilih untuk mendapatkan jalur pendakian yang lebih cepat namun nge-track, berpanorama indah dan tertata rapi hingga ketinggain 2.100 m.dpl, kami putuskan untuk melewati pintu Cemoro Sewu.

pintu masuk Cemoro Sewu

Gunung Lawu memiliki 3 puncak tinggi yaitu Hargo Dalem (3.148 mdpl), Hargo Dumiling (3.180 mdpl), dan Hargo Dumilah. Yang terakhir tersebut tadi menjadi puncak tertinggi Gunung Lawu yang memiliki ketinggian 3.268 mdpl. Ketiga tempat tersebut masing-masing memiliki catatan sejarah yang terkait dengan sisa-sisa kebesaran kerajaan Majapahit di nusantara.

Jalur pendakian Cemoro Sewu menawarkan banyak panorama yang memukau pemandangan. Pendaki akan disuguhkan ekosistem flora dan fauna yang beragam seperti ribuan jejeran pohon pinus dan cemara, akasia, angrek, eidelweis, cantigi, rustania, puspa, beringin, beragam jenis burung seperti burung anis, burung perjak, burung kerak, burung elang dan suara-suara primata owa jawa dikejauhan. Kesemua kehidupan alam liar tersebut dapat dengan mudah kita temukan mulai dari jalur pendakian antara shelter 3 hingga puncak Hargo
Dumilah.

Untuk menjejak puncak Hargo Dumilah melalui jalur ini memakan waktu sekitar 7 jam pendakian. Para pendaki akan menjumpai 5 shelter peristirahatan yang masing-masing berada pada ketinggian 2.100 m, 2.300 m, 2.500 m dan 2.900 m dan shelter terakhir pada ketinggian 3.100 mdpl. Antara shelter 4 dan shelter 5 terdapat mata air yang dikenal dengan nama Sendang Drajat yang diyakini para penganut aliran kepercayaan memiliki banyak khasiat bagi kesehatan dan kesejahteraan hidup.

12/28/2010

Break the curve apart


hasil iseng lagi, lumayan buat dijadiin wallpaper komputer,
hehe..
untuk tutorial bikinnya ntar aja ye, lumayan panjang soalnya.
dicoba sendiri aja dulu.
ntar kalo ga bisa, boleh sharing di sini kok.
:D

12/15/2010

Indahnya berbagi ilmu



“Ilmu adalah pemimpin amal dan amalan itu berada di belakang setelah adanya ilmu.”(Al Amru bil Ma’ruf wan Nahyu ‘anil Mungkar, hal. 15)

Berbagi ilmu itu ternyata tidak mudah. Terkadang ketika kita tahu tentang sesuatu dengan baik, belum tentu kita dapat menyampaikannya dan mengajarkannya kepada orang lain dengan baik pula. Itulah yang sering saya alami ketika ada beberapa teman yang minta diajarin tentang komputer, desain, dll yang saya bisa namun ketika saya menjelaskan tentang bagaimana caranya kerap saya malah belibet ketika menjelaskan apa yang mereka tanyakan.

Pengalaman pertama menjadi asisten praktikum juga begitu, memang untuk praktikum yang satu ini saya kurang mengerti materinya karena mendadak diberi tahu kalo saya dijadikan asisten pada praktikum penerapan komputer angkatan 2009 untuk materi SPSS (Statistic Package for the Social Science). Kurang menyukai statistik dari SMA memang, dan sekarang malah menjadi asisten untuk mata kuliah tersebut. Jadi ketika menjelaskan materi pertama yaitu tentang frequencies analyzis, descriptives analyzis, dan cross tabulations analyzis saya hanya menerangkan tentang bagaimana langkah untuk mendapatkan hasilnya saja, untuk interpretasi data saya tanyakan kepada mereka satu persatu. Parahnya mereka juga belum mengerti bagaimana cara menginterpretasikan datanya. Jadi terpaksa saya harus scanning memory tentang praktikum setahun yang lalu ketika saya menjadi praktikan. Dan alhamdulillah semua berjalan dengan lancar walaupun masih sedikit tersendat ketika ditanya oleh praktikan.

12/11/2010

Edelweis : an Eternal Flower

Picture taken by A. F. Ramadhani


“Sudah lama rasa'y gak liat edelweis yg tumbuh lngsung di puncak gunung,haha..”, sebuah kiriman ke wall fb yang ditulis oleh kawan saya. Edelweiss, siapa sih yang nggak tau edelweiss. Bagi para pendaki gunung kata itu sudah tidak asing lagi. Bunga yang satu ini memang memiliki daya tarik sendiri karena kata mereka edelweiss merupakan bunga abadi yang hidup sepanjang tahun (kalo saya sih percaya saja, kan nggak mungkin tuh ngecek tiap hari ke atas gunung cuma buat ngeliat bener nggak sih bunga edelweiss tumbuh sepanjang tahun). Pertama kali saya melihat edelweiss yang ketika pendakian pertama saya ke gunung Lawu tahun 2007. Ketika itu saya tidak tahu kalau itu adalah bunga edelweiss yang sangat langka dan dilindungi. Sampai keisengan saya kumat dan mreteli bunga itu satu persatu dan akhirnya ada seseorang yang menegur saya kalo bunga itu nggak boleh dipetik. Hehe…segitunya ^o^

Edelweis (kadang ditulis eidelweis) atau Edelweis Jawa (Javanese edelweiss) juga dikenal sebagai Bunga Abadi yang mempunyai nama latin Anaphalis javanica, adalah tumbuhan endemik zona alpina/montana di berbagai pegunungan tinggi Indonesia. Tumbuhan ini dapat mencapai ketinggian maksimal 8 m dengan batang mencapai sebesar kaki manusia walaupun umumnya tidak melebihi 1 m. Tumbuhan yang bunganya sering dianggap sebagai perlambang cinta, ketulusan, pengorbanan, dan keabadian ini sekarang dikategorikan sebagai tanaman langka.
Picture taken by A. F. Ramadhani

Konon, edelwis merupakan perlambang cinta yang penuh ketulusan mengingat tekstur yang halus dan lembut dengan warnanya yang putih (walau ini sebenarnya tergantung kepada habitat di mana ia tumbuh yang menyebabkan warnanya agak kekuning-kuningan, keabu-abuan ataupun kebiru-biruan).

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...