“Ilmu adalah pemimpin amal dan amalan itu berada di belakang setelah adanya ilmu.”(Al Amru bil Ma’ruf wan Nahyu ‘anil Mungkar, hal. 15)
Berbagi ilmu itu ternyata tidak mudah. Terkadang ketika kita tahu tentang sesuatu dengan baik, belum tentu kita dapat menyampaikannya dan mengajarkannya kepada orang lain dengan baik pula. Itulah yang sering saya alami ketika ada beberapa teman yang minta diajarin tentang komputer, desain, dll yang saya bisa namun ketika saya menjelaskan tentang bagaimana caranya kerap saya malah belibet ketika menjelaskan apa yang mereka tanyakan.
Pengalaman pertama menjadi asisten praktikum juga begitu, memang untuk praktikum yang satu ini saya kurang mengerti materinya karena mendadak diberi tahu kalo saya dijadikan asisten pada praktikum penerapan komputer angkatan 2009 untuk materi SPSS (Statistic Package for the Social Science). Kurang menyukai statistik dari SMA memang, dan sekarang malah menjadi asisten untuk mata kuliah tersebut. Jadi ketika menjelaskan materi pertama yaitu tentang frequencies analyzis, descriptives analyzis, dan cross tabulations analyzis saya hanya menerangkan tentang bagaimana langkah untuk mendapatkan hasilnya saja, untuk interpretasi data saya tanyakan kepada mereka satu persatu. Parahnya mereka juga belum mengerti bagaimana cara menginterpretasikan datanya. Jadi terpaksa saya harus scanning memory tentang praktikum setahun yang lalu ketika saya menjadi praktikan. Dan alhamdulillah semua berjalan dengan lancar walaupun masih sedikit tersendat ketika ditanya oleh praktikan.