3/20/2011

B2C Bogor in Action

Logo B2W yang dipasang di seatpost kawan

Bike to Campus (B2C) Bogor on Car Free Day (CFD) Taman Sempur, Bogor Kota.

Ini kali pertama gowes saya dengan anak-anak B2C Bogor ke Taman Sempur. Sebenarnya sudah lama gabung dengan komunitas ini, tapi baru kali ini bisa gabung dengan mereka karena biasanya tiap hari Ahad ada jadwal kajian, tapi qadarullah mulai hari ini dan seterusnya jadwal kajian dipindah ke hari Sabtu, jadi untuk hari Ahad bisa bersepeda ria bareng-bareng anak B2C Bogor. Komunitas ini sendiri tidak hanya dari mahasiswa IPB saja, namun dari universitas lain yang berada di daerah Bogor, seperti Universitas Ibnu Khaldun, Universitas Pakuan, dll.
 
Stiker Bike to Campus
Berangkat dari BNI Kampus pukul 6 lewat sekian, kami ber-5 bergowes menyusuri jalanan kota Bogor melalui daerah Cilendek melewati Rumah Sakit Karya Bakti kemudian tembus ke Pasar Anyar dan berhenti di depan Lapangan Sempur untuk kemudian bergabung bersama anggota B2C Bogor yang lain. Sampai di lapangan Sempur sekitar pukul 7 lewat sekian, ketika sampai di sana jalanan sudah ramai dibanjiri oleh pejalan kaki dan peseda, benar-benar tidak ada mobil yang lewat di daerah itu. Jalanan serasa dikuasai oleh pejalan kaki dan pesepeda.

3/18/2011

Notes of a child's story



Tingkah anak kecil itu selalu dapat mengundang tawa orang di sekitarnya, minimal mengulum sebuah simpul manis di bibir. Kalau kata abah saya, “anak kecil itu memiliki seribu daya tarik, mau senakal apa anak kecil itu pasti ada lucunya”. Punya adik kecil berumur 5 tahun kadang membuat saya rada jengkel, karena setiap apa yang saya lakukan, pasti akhir-akhirnya diberantakin sama si mungil nan motil itu. Tapi kembali mengingat perkataan abah saya, bahwa anak kecil itu memiliki seribu daya tarik. Dan memang benar, kalau saya perhatikan tingkahnya itu dapat membuat saya tertawa, apalagi kalau sedang bertengkar dengan adik saya yang sudah kelas 3 SMA, beuhh..seru abis. Kalau saya sedang di Bogor, yang saya kangenin dari rumah adalah pertengkaran mereka. “Maass...iki lho adek nakal!!!”, nanti si kecil pun mbales “nggak, mbak Lia yang nakal mas, orang adek cuman mainin flashdisknya mbak Lia kok”. Dan kalau si kecil sudah nangis, saatnya membopong dia keluar dari “arena pertempuran”.

3/16/2011

aku, kamu, dia, dan mereka

 
Untuk siapa saja yang membaca tulisan ini.

Pernahkah kita mengevaluasi diri kita akhir-akhir ini?
Seberapa banyak kata “aku atau saya” yang kita ucapkan dan berapa kali juga kata “kamu, dia atau kalian” kita ucapkan dalam sehari ini.
Kalau jawabannya, “banyak” atau “berkali-kali”. Mungkin ego kita sedang “sedikit” naik.

3/15/2011

Mengikuti adat?

Ketika taqlid menjadi sebuah kebiasaan

Kesalahan yang sering terjadi di masyarakat adalah mengikuti sesuatu karena adat dan kebiasaan (taqlid), dan tidak berdasarkan ilmu yang mereka pahami.
Karena kakek moyang mereka melakukan demikian dan demikian, maka mereka pun melakukan hal yang demikian serupa.
ketika ada acara aqiqah di rumah bapak kos, karena undangannya adalah aqiqah cucu bapak kos yang baru lahir, jadi ya saya datang.
dan kaget ketika sampai di sana ada semacam "sesajen", tapi bukan sesajen sebenarnya.
di sana tersedia kelapa muda, kembang tujuh rupa, kopi dan rokok.
dan ada seorang mudin (dai kampung) yang memimpin berlangsungnya acara aqiqah.
tiap selesai membaca doa, dia selalu bilang "Al-Fathihah", yang maksudnya adalah agar yang hadir di situ ikut membaca Al-Fathihah.
*satu kesalahan* (silakan dicari sendiri dalilnya)

ketika selesai, sang mudin itu berkata demikian, "ada orang yang menganggap bahwa ini bid'ah, tapi ini adat. Dan kami mengagamakan adat, bukan mengadatkan agama. Jadi kita mengikuti adat namun dibarengi dengan agama" (kurang lebih demikian yang saya tangkap).
*kesalahan kedua* (ini juga dicari sendiri ya dalilnya, hadist dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha)

3/12/2011

Sebuah anekdot konyol;




Lagi-lagi ketika kuliah dengan Dr. Ir. Joko Hermanianto (dosen Pembimbing Skripsi saya), beliau menyelipkan sebuah amplop berisi uang “joke” di tengah-tengah kuliahnya. Joke tersebut tidak ada kaitannya dengan nilai yang didapat dengan menyontek hasil kerja keras sendiri. Tapi ada udang dibalik bakwan dibalik candaan beliau. Mari kita simak anekdot orang tolol bodoh vs orang sok pintar :

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...