8/27/2012

Changing like a wind part 1



Perubahan, percaya atau tidak, adalah salah satu kepingan hidup yang sudah menjadi aturan dalam hidup ini, ia merupakan komponen paling penting dalam hidup bila kita ingin mengalami sebuah kemajuan yang berarti. Tanpa perubahan, hidup kita akan menjadi stagnan. Kesuksesan hidup tidak akan bisa dinikmati bila kondisi hidup kita hari ini dan seterusnya sama saja.

Bagiku, perubahan itu seperti angin. Ia tidak kasat mata, tapi kita dapat merasakannya. Sesuatu yang hanya akan membawa manfaat jika kita dapat mengetahui hakikat dari perubahan tersebut. Angin merupakan udara yang bergerak karena terdapat perbedaan tekanan di daerah sekitarnya. Begitu pula perubahan yang terjadi di dalam diri kita, hanya akan terjadi akibat perbedaan tekanan di sekeliling kita. Untuk mengubah diri sendiri, diperlukan adanya suatu force dari dalam diri kita dan support  dari sekeliling kita. Force tersebut kita ibaratkan sebagai udara bertekanan rendah, sedangkan support  diibaratkan sebagai udara bertekanan tinggi. Force dan support  tersebut merupakan poin penting yang wajib ada, karena jika kedua hal tersebut tidak ada atau hanya ada salah satu dari keduanya, maka ‘angin’ tersebut tidak akan terjadi.

Di dalam Al-Qur’an pun juga telah disebutkan mengenai force itu sendiri, bahwa perubahan itu harus dimulai dari dalam diri kita sendiri.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah diri mereka sendiri ”
(QS Ar-Ra’d 11)

Force adalah hal pertama yang harus kita persiapkan terhadap diri kita sendiri terlebih dahulu, karena hal tersebut merupakan kunci utama dan pondasi yang akan melatarbelakangi dan membuat angin berhembus. Karena jika kita menginginkan sesuatu yang lain dari yang sebenarnya terjadi di sekeliling kita, maka cara termudah adalah dengan memulai atau menciptakan perubahan dalam diri kita sendiri terlebih dahulu.

Dalam ilmu bertanam pun begitu, jika kau ingin mengubah buahnya, modifikasi harus dimulai dari akarnya. Begitu juga dalam diri seseorang. Untuk bisa mengubah apa yang tampak dari luar, yaitu perilaku dan tindakan kita, kita pertama-tama harus mengubah apa yang ada di 'dalam' diri kita, yang tidak tampak, yaitu pola pikir dan cara pandang kita.

Poin kedua yang tak kalah penting adalah support. Dukungan dari sekeliling kita juga memiliki peran dalam menciptakan angin. Karena kebanyakan orang yang sudah memiliki poin pertama, namun mereka tidak memiliki poin kedua tersebut, maka ‘angin’ yang seharusnya dapat mereka ciptakan hanya akan tersimpan rapi di dalam kotak memori dan tidak tahu kapan angin tersebut dapat berhembus. Jika poin pertama tersebut ibarat suatu pondasi yang akan mengokohkan, maka poin kedua ini ibarat tiang yang akan menopang perubahan yang terjadi di dalam diri kita. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pun telah menyebutkan di dalam hadist shahih permisalan mengenai support  tersebut.

“Permisalan teman duduk yang baik dan buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Adapun penjual minyak wangi, bisa jadi ia akan memberimu minyak wangi, atau kamu akan membeli darinya atau kamu akan mendapat bau harum darinya. Adapaun tukang pandai besi, bisa jadi ia akan membuat pakaianmu terbakar, atau kamu akan mendapat bau yang tidak sedap darinya”
(HR Bukhari No. 2101 dan Muslim No. 2628)

Demikianlah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam memberikan petunjuk kepada kita agar senantiasa memilih teman yang shalih dan waspada dari teman yang buruk agar poin pertama dengan poin kedua dapat saling melengkapi sehingga terciptalah sebuah angin yang menyejukkan lagi menentramkan dan bermanfaat bagi semua yang merasakannya.


Perubahan memiliki efek psikologis yang sangat besar terhadap pikiran manusia. Untuk mereka yang takut akannya (takut akan perubahan), perubahan tersebut malah akan terasa menjadi ancaman karena dengan perubahan ada kemungkinan segala hal menjadi lebih buruk lagi. Tetapi, bagi mereka yang berani dan percaya diri, adanya suatu perubahan justru menyenangkan dan memberi inspirasi karena di sana terdapat suatu kesempatan untuk membuat segala sesuatu menjadi lebih baik lagi dari yang sekarang.


Jadilah perubahan itu sendiri, sehingga perubahan dapat terjadi~

4 komentar:

  1. yap, bener cal. Perubahan itu memang perlu..meski kadang di awal terasa tidak mengenakkan, percayalah, prosesnya akan terasa menyenangkan :3 apaseh,,,berubaaah! *ksatria baja ireng*

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyo mas, inisiasi itu memang berat, tapi untuk mempertahankan lebih berat lagi.
      :)
      siphh . .mari kita berubah! *henshin*

      Hapus
  2. sun goku lebih kuat setelah berubah menjadi manusia super saiyan

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe . .analoginya kok son goku tho mas?!
      mbok ya yang lain.
      sailormoon kek.
      :p

      Hapus

Welcome to my "freak" blog site.
You don't have to send the greatest note in the world or come up with clever phrases.
Just let them know you appreciate it.
When have you ever wished someone hadn't thanked you?
Any comments are very meaningfull for a better the writing writer's.
^_^
arigatou gozaimashu.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...