11/20/2011

Perhatian



Beberapa hari yang lalu saya jatuh sakit. Diawali dengan kaki yang kesakitan digunakan untuk berjalan. Kemudian badan yang kurang fit karena dua hari kehujanan berturut-turut. Setelah seharian tepar, maka giliran gejala flu yang menyerang saya hingga membuat saya bersin-bersin sampai lemas. Saya sampai berpikir apa salah saya sehingga dibebani penyakit segala rupa.

Tetapi, pelajaran besar yang saya dapati adalah bukan bagaimana mengatasi kesakitan itu, tetapi memberi perhatian kepada orang lain. Ketika kaki saya sakit sewaktu pertandingan basket melawan adik tingkat. Banyak sekali teman-teman yang membantu saya untuk berdiri, membantu saya untuk berjalan dengan dipapah di bahunya, mencarikan saya es batu untuk mengompres agar tidak bengkak, dan lain sebagainya. Malah ada yang memberikan semacam counterpain agar memar di kaki tidak terlalu parah.

Melihat kejadian itu, hati nurani saya berteriak banter sekali. Banter  itu keras. “Kamu memberi perhatian buat yang dikenal saja tidak, bagaimana mau memberi kepada mereka yang tidak dikenal”. Kali ini saya tak membantah sama sekali. Coba tanyakan kepada teman-teman dekat saya, kalau mereka itu pernah mendapatkan perhatian dari saya.

Saya yang mendapatkan perhatian besar dari mereka itu. Saat saya sakit seperti cerita di atas, teman-teman saya ada yang mendoakan, ada yang menawarkan saya untuk berobat, ada yang menyarankan untuk banyak minum air tiap hari. Dan masih banyak perhatian yang mereka berikan untuk saya ketika saya sedang sakit dan itu merupakan reaksi spontan tanpa saya minta.

Setelah seharian ditimpa kesakitan, keesokan harinya badan saya ikut-ikutan meriang dan setelah mengalami begitu banyak perhatian, saya bertanya kepada diri sendiri, kapan terakhir kalinya saya memberikan perhatian kepada teman dan kepada mereka yang tak saya kenal. Pertanyaan selanjutnya. Kalaupun saya memberi perhatian dalam bentuk apa pun, apakah itu karena didasari saya akan mendapat keuntungan dari menolong sesama? Katakan waktunya cari muka. Waktu yang tepat membantu untuk mendapatkan sesuatu.

Dunia anak

Memberi perhatian yang awalnya mudah kelihatannya, tetapi pada kenyataannya sulit dilakoni. Saya tak banyak menolong dan memberi perhatian karena terlalu banyak melihat kiri dan kanan, atas dan bawah, sehingga ada saja alasan untuk membatalkan niat baik yang belum tentu baik di mata orang lain.

Saya terlalu takut mengambil resiko untuk memberi perhatian. Oleh karena itu, tabungan surgawi saa tak bisa bertumpuk. Keder karena yang ditolong bekas penjahat nanti apa kata orang. Dan sejuta alasan lain. Jadi, tanpa saya sadari, karena keder, saya jadi membatalkan untuk memberi kesempatan orang lain tertolong.

Ketika dewasa, saya tak bisa berpikir seperti anak-anak. Bukan karena saya mau menjadi kekanak-kanakan, tetapi anak itu tak terlalu banyak berpikir. Coba saja Anda perhatikan meilhat anak-anak bermain dengan sesamanya, mereka belum berpikir sejauh saya berpikir. Mereka menggandengg teman dengan apa adanya, saya menggandeng teman yang kira-kira menjamin masa depan saya. Anak bermain tanpa prasangka, saya belum bermain saja sudah berprasangka.

Saya jadi ingat kalau melihat beberapa ibu yang mengajar anaknya berbuat baik. “Ayo..enggak boleh gitu sama kakak.” Atau, “Kalau makan itu jangan serakah, tuhhh...temennya dibagiin juga donk.”

Dengan sakit selama dua hari, terbaring di atas ranjang dan karpet kamar berukuran 3x3 meter, saya jadi bertanya, ibu saya mengajar saya untuk jadi anak yang baik, tetapi setelah dewasa, saya berpikir seperti orang dewasa dan anak yang baik itu hilang entah kemana.

Di dunia anak-anak, menolong itu terjadi karena mereka tak tahu apa-apa, karena mereka masih polos. Di dunia saya, menolong itu tidak terjadi karena saya terlalu banyak tahu. Maka berbahagialah mereka yang sampai dewasa tetap menolong karena mereka tak tahu apa-apa.

Ketika dewasa, saya tak bisa berpikir seperti anak-anak. Bukan karena saya mau menjadi kekanak-kanakan, tetapi anak itu tak terlalu banyak berpikir. Coba saja Anda perhatikan meilhat anak-anak bermain dengan sesamanya, mereka belum berpikir sejauh saya berpikir. Mereka menggandengg teman dengan apa adanya, saya menggandeng teman yang kira-kira menjamin masa depan saya. Anak bermain tanpa prasangka, saya belum bermain saja sudah berprasangka.

7 komentar:

  1. thats right mas bro,,kadang kita sering mengharapkan perhatian dari orang terdekat kita,,sahabat,orang tua,saudara,atau sipapun yang kenal dengan kita..
    tapi ada suatu ketika saat kita membutuhkan mereka mereka seolah tak ada,,mungkin kesibukan dari mereka,atau bahkan mereka pun sedang butuh perhatian kita..
    itulah manusia tak ada yg sempurna..

    cepet sembuh my brother,,me too,,im in bad condition too now,,fisik,pikiran,perasaan, sedang di geber abis2an..
    smoga Allah senantiasa memberi kita kekutan kaki untuk melangkah,dan saling memapah saudra kita yang memerlukan bahu kita..

    sepurane juga yo yen koncomu iki yo sok gak perhatian..:(

    BalasHapus
  2. syafakallah, la ba'sa thohurun insyaAllah...

    BalasHapus
  3. Rizki also known as RP :
    hehe . .loro kok yo melu2 tho kang.
    mbok yo gantian kek, dadi gen iso gantian leh ngerawat.
    *nasib mahasiswa rantau lan single, sing ngerawat cah lanang*
    -.-

    mas agung :
    alhamdulillah udah mendingan mas, udah bisa lari-lari nih.
    *tapi kram lagi jadinya*
    hedeehhh . .

    mbak zahra :
    aamiin . .makasih doanya mbak zahra, jazakillahu khoiron katsiron


    "ternyata para blogger pun memiliki perhatian kepada kawan blogger lainnya ya"

    BalasHapus
  4. Aslm...
    Izinkan saya sedikit mengomentari tampilan baru blognya mas....

    Di tengah, ada daun bambu, agak menyulitkan saya membaca tulisannya. Kalo di pangkas bakal tumbuh lagi nggak tunasnya?
    Tampilan blog yang ada vespa dan sepeda kemarin menurut saya unik...
    ini cuma pendapat saya saja...

    Perhatian!!... Itu tandanya Ukhuwah

    BalasHapus
  5. haha, jadi inget waktu jariku habis kejepit pintu mobil, alhamdulillah hasil urutanmu tidak mengecewakan lho, sembuh. thank you ya,:)

    BalasHapus
  6. Mbak Yona :
    wa'alaykumsalaam warahmatullah.
    hehe . .saya bingung kemarin mbak yona mau ngasih background apaan, trus nemunya gambar itu jadinya yaa di-apply deh ke layout.
    tp makasih masukannya, ini udah coba diganti lagi.
    iya sih, yg vespa sama sepeda kemarin memang lebih simple, tapi warnanya gelap, kurang enak diliat kalo kelamaan, jadinya pengen yang fresh, ijo-ijo gitu.
    :D

    Mas Anto :
    hoho . .konyol bgt sih sampean mas, tangan kok ya dijepitke ning pintu mobil.
    :p
    yuphh . .sami-sami mas.

    BalasHapus

Welcome to my "freak" blog site.
You don't have to send the greatest note in the world or come up with clever phrases.
Just let them know you appreciate it.
When have you ever wished someone hadn't thanked you?
Any comments are very meaningfull for a better the writing writer's.
^_^
arigatou gozaimashu.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...